Aku lagi pengen cerita nih. Setelah sekian lama kehilangan mood, waktu, dan insipirasi menulis, aku tiba2 pengen menuangkan lagi curahan hati ke blog ini alias diary ku yg on-line.
12 maret 08
Ruangan “neraka” di kampus “terbusuk”
Me v.s. Ms. Dementor
Entah kenapa dia murka. Berbagai cercaan dia keluarkan.
”apa? Nol ? darimana? Gini aja gak ngerti? Keluar kamu !!!! kalau udah ngerti baru balik lagi ke hadapan saya !!!” teriaknya dengan murka mengusirku dari hadapannya.
Pandangannya menyiratkan kejijikan dan kenistaan tiada tara seolah aku adalah makhluk melata yang haram.Aku pun keluar, mencari pojok yang sedikit terlindung dari ruangan tempat sang dementor murka. Aku bertanya, berpikir dan berdo’a. Akhirnya aku masuk lagi menghadapi sang dementor.
“kayak gitu aja lama banget !!! aduh, KAMU INI TELMI BANGET yah. Ini baru bab 3 loh. Saya kalau diskusi bab 4 BIASANYA PADA NANGIS tuh orang2”. Dia “mengaum” lagi.
Fyi, kejadian “pengusiran” itu sampai terjadi 2X selama diskusi berlangsung.
“Kamu ini !!! LAMA2 KAMU BISA MATI BERDIRI kalau terus diskusi seperti ini !!! kamu gak ngerti apa2 ya ? asal banget bikin skripsi, semaunya sendiri !!” diapun murka, setengah melempar segepok kertas yang kusebut “draft” dengan penuh amarah, dan menyerah untuk meneruskan “percakapan” kami.
Diary………sepenggal cerita diatas gak ada yang aku tambahin, tapi jujur, udah aku edit dan perhalus alias kukurangi supaya aku tidak merasa bertambah nista setelah mengulang secara tulisan adegan cerita ini.
Diary….Ms. Dementor yg aku maksud diatas adalah sesosok (yg aku kira) manusia, yg jabatannya adalah sebagai pendidik-ku di sebuah institusi pembelajaran.
Menurut kamu, diary, pantaskah ia memperlakukanku seperti itu? Pantaskah seorang manusia mengambil hak kemanusiaan manusia lainnya?
It’s really hurt, diary………the place where i should learn to be a good human being, is just some place full of evils.
Diary……apa artinya jadi sarjana kalo aku kehilangan “kemanusiaanku” ?Kata salah satu temanku yang kuceritakan ttg sepenggal kisah ini, ”gila, emak bapak gue aja yang ngerawat gue ampe segede gambreng gini gak pernah marahin gue dan ngatain gue kayak gitu !!! hak apa dia, ngatain lo telmi, bego, nyumpahin lo mati berdiri dan menghina kayak gitu?”.
Diary…………mungkin aku memang bodoh, karena tidak mampu keluar dari semua ini. Tidak mampu berontak. Tidak mampu melawan.Atau…..aku memang seperti yg temanku bilang tadi, GILA !!!! Ya…diary….sekarang pilihannya adalah aku bertahan dari orang2 gila itu dengan tetap menjadi diriku atau..aku ikut Gila supaya dapat memaklumi ke-gila-an mereka ???
Diary….i wish u can give some answer about this………………..hiks………….










Your Ideal Careers: